Sabtu, 04 Desember 2010

Jalan Hidup


Kehidupan adalah jalan yang harus ditempuh untuk mendapat akhir yang kita inginkan.
Semua orang memulai dari satu jalan yang sama,yaitu jalan kebenaran.Tapi terkadang ada yang harus memulai dari jalan terjal.
Awal kita menyusuri jalan memang datar & banyak teman yang berjalan beriringan.
Ketika 1/4 jalan,mereka mulai memilih jalanya sendiri,tinggalah aku dengan impianku.
Di 1/2 jalan,mulai munculah impian lain yang semakin membuat cabang jalan yang mungkin akan bertemu jalan yang sama lagi/atau malah kita tersesat di jurang kegagalan.
Kita takpunya waktu untuk menyusuri semua jalan itu.Karna kita dibatasi umur.Karna itulah tuhan memberi batas umur kita,karna kalau kita tak diberi batas umur pasti kita susuri semua jalan itu tanpa perduli jalan itu baik atau buruk.
Ketika 3/4 jalan biasanya mereka baru sadar & mulai mencari jalan kebenaran yang sudah lama ditinggalkannya.
Sekuat apapun kita berusaha nenyusuri jalan itu,apa daya kaki sudah letih & memilih untuk mengistirahatkan kaki yang sudah letih.
Ketika senja tiba,hanya penyesalan yang menghantui,impian hanya akan jadi mimpi & tak akan terwujud.
Tapi bagi mereka yang ikhlas melalui jalan kebenaran,walau itu terhalang 100 rintangan.Mereka akan mendapat yang mereka inginkan & kebahagiaan akan menemani masa senjanya.






My Chemical Romance


Sebenarnya, merunut sejarah band bernama MY CHEMICAL ROMANCE [atau bisa juga disebut My Chem atau MCR] berarti kita bicara pengalaman pahit yang dilihat langsung oleh vokalisnya, Gerrard Arthur Way. Gerrard adalah salah satu saksi hidup ketika teroris meruntuhkan World Trade Center, 11 September 2001 silam. Rasa marah, kesal, gelisah, sedih dan resahnya kemudian dituangkan dalam lagu berjudul Skylines and Turntiles. Lagu itu juga menjadi semacam opening band yang akhirnya dibentuk oleh Gerrard Way bareng Matt ‘Otter’ Pellisier [drummer pertama yang sudah cabut].

Nama band sendiri diusulkan oleh basis Mike Way ketika membaca buku berjudul Ectassy: Three Tales of Chemical Romance, tulisan Irvine Welsh. Kini band yang diawaki juga oleh Bob Byar [drum], Frank Lero [rhythm gitar], Ray Toro [lead gitar] menjelma menjadi salah satu band papan atas di ranah rock. Mereka terbentuk September tahun 2001 di New Jersey.

MCR “nyaris” identik dengan musik yang berhubungan dengan kematian, horror dan kegelapan. Sebuah pilihan yang dari awal memang sudah mereka tonjolkan. Imej inilah yang MCR bentuk dari awal berdirinya, meski kemudian banyak kritikus musik ya menggolongkan mereka secara perlahan-lahan masuk dalam ranah emo. Tudingan sebagai “anak-anak emo” ini pernah secara kasar dilontarkan oleh band Inggris Kasabian yang menyebut MCR dengan “clowns” atau “emo kids”. Entah mengapa, Kasabian menyebut MCR sebagai satu band yang tidak punya sesuatu yang positif untuk dikatakan. Alamak, segitunya….

MCR juga pernah membatalkan beberapa konser lantaran ketika sedang menggarap video klip ‘Welcome to The Black Parade’ dan ‘Famous Last Words’ [bakal jadi single ke-2] yang digarap oleh Sam Bayer [pernah menggarap klip sukses Nirvana ‘Smells Like Teen Spirit’ dan American Idiot-nya Green Day]. Gara-garanya adalah Gerard Way cedera engkel sementara Bob Byar harus dirawat di rumah sakit karena infeksi. Untung saja dua kip yang sedang digarap sudah selesai.

MCR juga memilih menjadi band dengan basis massa ‘bawah tanah’ atau kelompok akar rumput [grassroots]. Mereka punya fans yang siap “mencaci-maki” habis-habisan dalam forum yang mereka bikin, termasuk di situs resmi mereka. Sisi positifnya adalah, MCR menolak segala atribut yang biasanya dilekatkan pada band, seperti ‘sex icon’ dan sebagainya. Fans membuat mereka menjadi “diri mereka sendiri”.

Album ketiga [yang major label] mereka The Black Parade menempatkan mereka pada tataran papan atas band pengusung alternative rock. Banyak kritikus yang menempatkan album ini sebagai ‘album paling ditunggu’ 2006. Single ‘Welcome to The Black Parade’ menjadi anthem yang wajib diputar [dan dinyanyikan]. Keberanian mempertahankan ciri “gelapnya” menjadikan My Chemical Romance sebagai ‘most wanted band’ terkini.

Sumber : MCR Lover's Indonesia






Shilentman


Bukan bisu atau tidak punya hati,hanya saja aku tidakmau bicara. Aku tau apa yang sedang aku rasakan. Aku juga tau apa yang mereka rasakan. Tetapi aku memilih diam,karna jika aku bicara akan merusak apa yang sedang mereka atau aku rasakan. Aku juga tau mana yang baik dan mana yang buruk. Tetapi karna aku tidak bisa membaca isi hati orang lain,akan lebih baik bila aku diam. Mungkin pendapat mereka tentang baik buruknya sesuatu perbuatan atau hal,berbeda denganku. Ada orang yang mengatakan bahwa"Diam Itu Emas"dan itulah yang kuanut sampai sekarang. Tapi ada juga yang mengatakan"Diam Bukan Penyelesaian Suatu Masalah". Pendapat itu memang benar,tapi bagiku orang yang diam adalah orang kuat,karna walau diuji seberapapun beratnya mereka tetap dapat menyelesaikannya tanpa bantuan orang lain. Tapi banyak juga orang yang gila bahkan sampai bunuh diri hanya karna memendam semua masalah itu sendiri. Maka dari itulah diam menunjukan orang yang kuat,berwibawa bahkan ditakuti. Semakin aku menutup mulutku rapat-rapat,semakin misteriuspula kepribadianku dimata mereka dan itu membuatku merasa hidup.









Black Jack


Bukan setan atau iblis,bukan juga dewa atau malaikat. Aku hanya manusia yang terombang ambing diantara kedua dunia itu. Sifat baik yang ditanamkan orang tuaku sejak kecil,kini membuatku menjadi sosok manusia yang baik. Sifat buruk masuk dalam kehidupanku dengan memanfaatkan masa labilku(masa remaja). Setan yang selalu memberiku kenikmatan memaksaku mengikuti dunianya. Kuakui dunia setan memang penuh kenikmatan duni. Hingga malaikat yang menjaga hatiku takmampu menahanku agar tidak masuk ke dunia itu. Silau dunia penuh kenikmatan itu membuatku terlena dan membuatku terjatuh didasar lembah penyesalan.Saat berada dibawah,malaikat yang berada di hatiku membuatku merasa bersalah karna telah memilih dunia setan dan meninggalkan tujuanku semula. Sakit seketika melanda hatiku,dan kuputuskan untuk mendaki keatas tapi ketika melihat kebawah aku ingin terjun kembali lagi didunia itu. Tapi karna aku tak ingin mengecewakan orang tua yang telah melahirkan dan membesarkanku aku harus bisa jadi orang baik lagi. Tapi aku juga tidak benar-benar bisa meninggalkan kenikmatan yang diberikan setan padaku. Karna mereka tidak tau aku yang sebenarnya,jadi mereka fikir aku seseorang yang baik,pendiam dan gak neko-neko,tapi hati kecilku jauh dari sifat tersebut. Karna itulah aku harus bersikap baik dihadapan mereka dan ada saatnya aku juga harus memuaskan hatiku oleh keindahan yang setan berikan. Disinilah aku,diantara pintu surga dan neraka.