Macan kumban(Hitam) merupakan Family kucing besar dari subspesies Panthera Pardus Melas(macan tutul). Spesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti sayap kumbang yang hitam mengkilap. Banyak orang menganggap warna hewan ini hitam polos,tapi sebenarnya dibalik warna hitamnya,terdapat bintik-bintik seperti bunga yang terlihat bila terkena cahaya terang. Warna bintik hitam disekujur tubuhnya,menurut banyak bangsa merupakan warna kematian,seram dan misterius. Karna itulah macan tutul mendapat julukan el maut.
Bulu hitam macan kumbang merupakan hasil evolusi dalam beradaptasi di habitat pegunungan/hutan yang lebat dan gelap. Warna hitam ini terjadi akibat suatu alel resesif yang hewan ini. Sebenarnya macan kumbang dengan macan tutul sama saja,tapi yang membuatnya berbeda adalah lingkungan hidupnya. Penelitian di kebun binatang AS pernah mengawinkan macan kumbang dengan macan tutul,dan anaknya menjadi macan tutul semua. Macan kumbang betina lebih besar dari sang jantan,daya jelajahnya mencapai 40 kilometer(karna itulah macan kumbang dipakai logo sebuah mobil),ia juga pemanjat ulung. Hewan ini merupakan hewan yang isoliter,kecuali pada musim kawin. Ia lebih aktif dimalam hari dalam berburu mangsa,mangsanya meliputi hewan yang ada didalam hutan. Kebiasaannya meletakkan mangsa diatas pohon berguna agar predator lain tidak dapat memakan mangsanya.
Macan kumbang juga dipakai dalam novel The Jungle Book. Bagheera,si macan kumbang betina yang memelihara mowgli,si anak rimba dari hutan India dalam. Selain itu,di Indonesia ada kepercayaan bahwa macan kumbang adalah jelmaan dari penunggu gunung di Indonesia,jika ada yang melihat macan kumbang pasti mati. Walaupun ada mitos seperti itu,tapi para pemburu tidak menghentikan perburuan macan kumbang hingga sekarang hampir punah.
Hewan ini tersebar diseluruh hutan dan pegunungan didaerah Jawa,Benggala,Afrika. Tetapi karna berkurangnya habitat hidup,perburuan liar dan habisnya mangsa membuat populasinya kini tinggal sedikit dan sudah masuk dalam daftar hewan yang akan punah. Badan perlindungan satwa di Indonesia pada tahun 2006 memperkirakan dipulau Jawa hanya terdapat kurang dari 30 ekor macan kumbang saja. Walaupun sudah akan punah,selain bisa dilihat dikebun binatang,hewan ini bisa ditemui digunuh-gunung diJawa. Kata para pendaki,jika digunung pada malam hari kita menyalakan api unggun dan pura-pura tidur,macan kumbang akan mendekati api unggun dan bersandar disamping api. Jangan lakukan gerakan yang membuat ia terusik jika takingin diterkam.
Apakah hewan seindah dan semisterius itu akan punah hanya karna kepuasan pribadi. Atau hewan itu akan kembali menjadi raja pegunungan dengan karismanya. Semua itu hanya kita yang dapat merubahnya.
0 komentar:
Posting Komentar